Tanggapi Positif COC Decision-1 Banua Rally 2026, Team Rally DEWA UNITED Motorsport Dukung Penuh Peraturan Perlombaan Rally - Racing Teams - Racing 4 Autonews | 4W Motorsport News

Tanggapi Positif COC Decision-1 Banua Rally 2026, Team Rally DEWA UNITED Motorsport Dukung Penuh Peraturan Perlombaan Rally

May 10, 2026 | Editor Sport

RACING4.NET - 10 Mei 2026 - Banjarbaru Kalsel - pics : Dewa United Motorsport's IG - EDITORIAL - Dibalik keberhasilan penyelenggara menggelar putaran pertama Kejurnas Rally putaran 1 bertitel BANUA RALLY yang digelar dalam 2 putaran kejurnas mulai tanggal 8 hingga 10 Mei 2026 di kawasan daerah Banjarbaru Kalimantan Selatan ada suatu insiden yang akhirnya menjadi pembicaraan hangat bahkan untuk kali pertama terjadi upaya Banding oleh Pimpinan Perlombaan setelah terbitnya keputusan Pengawas Perlombaan menyusul protes yang dilakukan oleh salah satu skuad peserta rally secara pribadi (nomor start 15). 


Karena ini adalah artikel editorial yang merupakan pendapat redaksi dari pemantauan kontributor di lapangan, maka diharapkan semua berakhir dengan kebijakan yang positif, sportif dan membangun untuk dunia rally Indonesia saat ini, setidaknya mulai musim ini.


Telah diketahui oleh semua stake holder bahwa penegakan peraturan perlombaan nasional untuk motorsport rally telah dilakukan Pimpinan Perlombaan (Clerk Of The Course, COC - red) dengan terbitnya COC DECISION NOMOR 1 pada tanggal 07 Mei 2026 malam hari. 


Keputusan Pimpinan Perlombaan ini mengacu kepada pelanggaran Peraturan Rally & Sprint Rally 2026 pasal 25.4.1 (terlampir COC Decision) yang berakibat penegakan peraturan yang dilakukan COC dengan dasar peraturan pasal 25.4.3 (terlampir COC Decision).  Persoalan muncul, co-driver skuad peserta nomor 15 tidak bisa menerima hal ini dan melakukan protes atas keputusan pimpinan perlombaan ini.  Rupanya panjang sekali runtunan dan kisahnya


By the way....Apapun dan walaupun ada peristiwa non-teknis yang mengawalinya, COC telah menyadari dan segera mengambil keputusan bahwa skuad peserta rally tersebut telah melanggar jumlah aktifitas survey lintasan rally,  yang seharusnya maksimum 2 kali tetapi dilakukan hingga 3 kali dalam rentang jadwal resmi untuk survey (recce) yang telah ditetapkan.  Peristiwa ini terjadi di salah satu kawasan special stage yang akan dilibas reverse alias dilalui dari arah sebaliknya setelah putaran 1 di hari kedua.




Tak disangka….Persoalan menjadi rumit dan merembet menjadi upaya banding dari pimpinan perlombaan yang ditujukan kepada IMI Pusat selaku institusi tertinggi motorsport Indonesia.


Rupanya, menurut informasi di lapangan, Jajaran Pengawas Perlombaan tiba-tiba memutuskan menerima protes tersebut.  Menurut redaksi ada dugaan tidak berupaya berpegang kepada 2 pasal tersebut di atas. 


Yang fatal, hearing (dengar alasan) tidak melibatkan pimpinan perlombaan selaku penerbit COC Decision-nya yang tentu punya banyak alasan dan laporan data serta saksi team Rally Committe yang mengetahui kejadian di lapangan.


Cukup banyak pihak, lebih dari hitungan jari sangat menyangkan insiden ini.  Bagi redaksi hal ini adalah insiden yang tidak perlu terjadi jika semua pihak yang terkait yaitu para pribadi tunduk kepada peraturan perlombaan yang tengah berlaku. 




Team Rally Dewa United Motorsport yang baru saja meluncurkan formasi regular team rally-nya untuk musim 2026 sangat menyayangkan insiden ini.  Melalui komentar beberapa punggawa utamanya team yang bermarkas di Jakarta ini memang sangat komit menjunjung tinggi dan tunduk kepada peraturan perlombaan yang berlaku, sama dengan team-team papan atas lainnya yang juga tunduk aturan bahkan turut mengamati kejadian yang tidak perlu terjadi ini.


Eh ternyata...Walaupun bukan dalam formasi team regular alias team tetap untuk cabor rally atau sprint rally, Dewa United Motorsport dari awal berharap dan ditujukan untuk pribadi skuad peserta nomor 15 yang mendapat dukungan keikutsertaan rally ini dari manajemen team berharap dapat menyelesaikan persoalan dengan COC atau Pengawas Perlombaan secara baik.  Dapat dipahami karena menyangkut brand nasional dan team entrant yang melekatnya.


Memang terdengar menjadi sangat rumit dan jadi pembicaraan yang tajam di kalangan pelaku rally.  Tidak perlu dengan penafsiran masing-masing pihak dalam insiden ini, tetapi secara simpel tinggal kembali ke penegakan aturan saja. 


Gaya penyampaian dan berkomunikasi setiap orang punya cara khas masing-masing seperti pembawaan lahir.  Semua juga saling berteman dan punya investasi mahal sebagai pelaku rally, tetapi dalam suatu perlombaan semua pihak punya identitas yang harus dijaga dan harus berpijak dalam integritas tingkat tinggi serta sama-sama menghormati peraturan.  Itu saja.


Redaksi berpihak kepada peraturan perlombaan.  Salut untuk komitmen penegakan aturan dari para punggawa formasi tetap team rally Dewa United Motorsport dan juga salut dengan integritas Pimpinan Perlombaan. Walaupun Banding tidak tertahankan.  Semoga panel banding IMI Pusat bisa memutuskan hal terbaik dan penuh sportif. 


Jangan pernah lelah bertanya dan mendengar, akibatnya bisa nyasar di perjalanan.  Rambu-rambu rally agar dilengkapi dan terjaga.  Average speed di SS juga harus tetap dijaga.