GT World Challenge Asia Mandalika, Phantom Global Racing Juara, Sean Gelael Gagal Finish di Race 2 - Hilite News - Racing 4 Autonews | 4W Motorsport News

GT World Challenge Asia Mandalika, Phantom Global Racing Juara, Sean Gelael Gagal Finish di Race 2

May 04, 2026 | Editor Sport
RACING4.NET - 04 Mei 2026-  The Mandalika, PR MGPA – Setelah sukses di balapan hari pertama pada Sabtu (02/05), balapan kedua (Race 2) GT World Challenge Asia 2026 powered by AWS yang digelar di Mandalika International Circuit, Minggu (3/5) menghadirkan pertarungan sengit sepanjang 36 lap atau 155,16 kilometer. Dalam kondisi cuaca cerah dan lintasan kering, para pembalap dituntut tampil konsisten sekaligus cermat dalam strategi pit stop dan pengelolaan ban.

Sejak start, persaingan langsung terbentuk di barisan depan dengan gap yang sangat rapat. Dominasi akhirnya ditunjukkan pasangan Anthony Xu Liu/Loek Hartog dari Phantom Global Racing yang mengendarai Porsche 911 GT3 R (992) Evo. Keduanya tampil tanpa cela dan mengamankan kemenangan overall sekaligus juara kelas Pro-Am dengan waktu 1 jam 1 menit 20,722 detik. Keunggulan mereka dibangun lewat konsistensi lap demi lap serta minim kesalahan di fase krusial balapan.



Posisi kedua ditempati rekan sesama pengguna Porsche dari Absolute Racing, Ruohan Huang/Alessandro Ghiretti, yang finis dengan selisih 15,889 detik. Sementara podium ketiga menjadi milik wakil Indonesia, Andrés Pato/Jaxon Evans dari Audi Sport Asia Team Phantom, yang menunjukkan performa kompetitif dengan Audi R8 LMS GT3 EVO II dan hanya terpaut sekitar 19 detik dari pemenang.

Persaingan juga tak kalah menarik di kelas lain. Akash Nandy dari Absolute Racing tampil impresif merebut kemenangan kelas Silver sekaligus finis keempat secara keseluruhan menggunakan Lamborghini Huracan GT3 EVO2. Di kelas Silver-Am, duet Dean Yu Hao Chen/Jiatong Liang dari Craft-Bamboo Racing berhasil keluar sebagai pemenang setelah mempertahankan konsistensi di tengah tekanan lawan.

Balapan ini diwarnai sejumlah drama yang memengaruhi hasil akhir. Penalti waktu diberikan kepada beberapa tim, termasuk mobil nomor 918 dari Absolute Racing yang mendapat tambahan 5 detik akibat insiden tabrakan, serta mobil nomor 5 dari Team Studie yang menerima penalti 42 detik karena melanggar batas lintasan. Faktor-faktor ini menjadi bukti bahwa selain kecepatan, disiplin dan kepatuhan terhadap regulasi sangat menentukan posisi akhir.

Partisipasi pembalap Indonesia tetap menjadi perhatian dalam balapan ini. Selain podium dari Andrés Pato, pasangan Setiawan Santoso/Bi Huang Zhou di kelas AM mampu menyelesaikan lomba meski berada di luar posisi tiga besar. Namun, hasil kurang beruntung dialami pembalap Indonesia lainnya yang sukses naik podium di balapan pertama, Sean Gelael, yang membela tim Garage 75. Ia harus menghentikan balapan lebih awal dan dinyatakan tidak finis (DNF) setelah hanya menempuh sebagian kecil dari total lap.

Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, menilai Race 2 berlangsung sangat kompetitif dan mencerminkan tingginya level balap GT3 di Asia. “Balapan hari ini benar-benar menunjukkan kualitas kompetisi yang luar biasa. Persaingan ketat terjadi di semua kelas dan memberikan tontonan yang menarik bagi para penggemar motorsport,” ujarnya.

Terkait hasil yang dialami Sean Gelael, Priandhi menyebut bahwa situasi tersebut merupakan bagian dari dinamika balap yang tidak terhindarkan. “Dalam motorsport, hal-hal seperti ini bisa terjadi kapan saja. Tentu kami menyayangkan Sean tidak bisa menyelesaikan balapan, tetapi ini bagian dari kompetisi,” katanya.

Priandhi Satria juga menegaskan dukungan penuh MGPA terhadap kiprah pembalap Indonesia di level internasional. “Sean adalah salah satu pembalap Indonesia yang berpengalaman di level dunia. Kami di MGPA akan terus mendukung semua pembalap yang berkiprah di jenjang Internasional dan pembalap bisa menggunakan sirkuit ini untuk berlatih,” tambahnya.

Secara keseluruhan, Race 2 di The Mandalika kembali menegaskan kualitas ajang GT World Challenge Asia yang kompetitif dan merata. Kehadiran berbagai pabrikan besar seperti Porsche, Audi, Lamborghini, Ferrari, BMW, dan Mercedes-AMG, serta ketatnya persaingan di setiap kelas.