Jika Ini Adalah Balapan Resmi, Musprov IMI Jabar Harus Distop Stewards - Team Action - Racing 4 Autonews | 4W Motorsport News

Jika Ini Adalah Balapan Resmi, Musprov IMI Jabar Harus Distop Stewards

December 24, 2021 | Editor Sport

RACING4.NET - 24 Desember 2021 - Bandung - EDITORIAL REDAKSI - Asep Sunendar - Tadinya redaksi Racing4 antusias untuk meliput acara 4 tahunan yang selalu seru dan clean yaitu ajang Musyawarah Provinsi IMI Jabar yang baru usai dengan heboh Kamis Malam 23 Desember 2021 di El Royal Hotel Jl Merdeka Bandung.


Sudah dilansir beberapa kali bahwa kemungkinan duel seru dan sportif akan terjadi antara bakal calon Errie F Syauta ex Bendahara IMI Jabar dan Daniel Muttaqien ex mantan calon Bupati Indramayu.  Tapi ternyata, hal itu tidak terwujud.  Diibaratkan bahwa ini adalah balapan mobil resmi dengan rekomendasi IMI, maka Musprov IMI Jabar 2021 adalah suatu balapan yang banyak pelanggaran peraturan perlombaannya.  Maaf, Racing4 Autonews memang media nasional yang khusus bahas balapan roda 4 dan berlaku untuk meliput di antero Nusantara.  Sorry jika selalu pakai analogi untuk edisi liputan organisasi.  Dah, itu saja.


Pelanggaran Pasal 11 Ayat 3 di Petunjuk Pelaksanaan Musprov IMI 2021-2022 yang mengatur bahwa laporan hasil verifikasi penjaringan bakal calon ketua IMI adalah harus disampaikan di arena Musprov dilanggar oleh ketua pengprov IMI Jabar dengan berbagai dalih kewenangan mendadak dengan situasi tidak dihadiri ketua penjaringan bakal calon dan hanya dihadiri oleh 1 kubu bakal calon yaitu Daniel Muttaqien dkk.  Memang ada undangan, tapi kubu Errie Syauta dkk pun berhak menolak hadir.  Berkas bakal laporan hasil penjaringan pun dibuka perlahan alias dibongkar sepihak.  Tanda-tanda runyam mulai tercium.


Pelanggaran Pasal 11 Ayat 4 poin 4.3 yang mengatur jika terjadi perbuatan tercela oleh pihak kandidat termasuk di dalamnya tercela berbuat money politic, ternyata terindikasi terjadi dan makin memanas dengan adanya bukti sangat kuat yang merujuk ke sangsi dicopotnya kandidat atau diberhentikan dari pencalonan.  Oleh siapa yang berhak memberhentikannya? Lewat pembuktian oleh team penjaringan sesingkat apapun, maka tentu team penjaringan lah yang harus membuat REKOMENDASI PEMBERHENTIAN KANDIDAT sehingga steering commitee tinggal ketuk palu saja untuk pengesahannya.  Namanya juga tidak lolos SCRUTINEERING, ya tidak boleh balapan dong.  Pembalap yang terindikasi tidak lolos scrutineering adalah Daniel Muttaqien, dan pembalap yang masih bisa dimungkinkan balapan adalah Errie Syauta.


Suasana puncak Musprov IMI Jabar pun benar saja menjadi yang paling runyam dalam sejarah IMI di Indonesia.  Saling berbalas pantun antar 2 kubu atas bantahan pelanggaran 2 pasal di atas dan sisi lain adalah mampu membuktikan pelanggarannya akhirnya menjadikan Musprov IMI Jabar kali ini adalah yang terpanas dan tidak menarik untuk dicontoh layaknya semua pemerhati ingin balapan yang resmi dan enak untuk ditonton serta menyajikan sportifitas tinggi yang merupakan pembelajaran bagi siapapun yang menyimaknya.


Pengawas lomba (dewan pimpinan sidang) yang berjumlah 5 orang seperti tidak mampu membahas dan memecahkan persoalan pelanggaran peraturan lomba yang terjadi tersebut.  Bahkan balapan pun tidak terjadi dan pembalap yang terindikasi kuat tidak lolos scrutineering dijadikan pemenangnya.  Analogi BALAPAN MOBIL TERANEH DAN KONTROVERSI DALAM SEJARAH BALAP MOBIL NASIONAL. 


Sungguh aneh.  Entah seperti apa yang terjadi di puluhan balapan beneran mendatang.  Atau nanti balapan selanjutnya boleh seperti ini.  Masa sih?  PRAY FOR MUSPROV IMI JABAR 2021