5 Pegymkhana Yang Akan Menggempur Team TTI di Kelas A Nasional - Action Exist - Racing 4 Autonews | 4W Motorsport News

5 Pegymkhana Yang Akan Menggempur Team TTI di Kelas A Nasional

February 25, 2018 | Editor Sport

RACING4.NET - 25 Februari 2018 - Jakarta - Editorial - Kini redaksi Racing4 Autonews mencoba kembali untuk memprediksikan bidikan salah satu pertarungan paling seru di ajang kejurnas slalom MLD Auto Gymkhana yang akan dibuka di Stadion Arcamanik Bandung 10 Maret 2018 mendatang.


Digdaya Toyota Team Indonesia (TTI) diperkirakan tetap akan digoyang oleh beberapa team dan beberapa peslalom papan atas nasional lainnya.  TTI yang belum melansir susunan peslalom/pegymkhana-nya untuk musim ini (walau redaksi sudah membaca kekuatan formasi terbarunya) tetap berupaya untuk konsisten mendulang poin di 7 putaran yang direncanakan musim ini.  Kemampuan TTI untuk membagi konsentrasi antara tampil di balap mobil nasional dan gymkhana sudah teruji di musim lalu serta nampaknya tidak akan banyak kesulitan untuk melakukan kembali di musim ini.


Masih didukung oleh pabrikan ban GT Radial, TTI yang merupakan team panutan setelah munculnya team Squad Champiro yang sarat dengan peslalom belia dari kalangan komunitas mobil yang juga didukung penuh oleh GT Radial tetap akan fokus dalam duel perorangan yang biasa ditentukan di Final Heat setiap putaran.


Diprediksi ada 5 peslalom nasional yang tetap akan menggempur dan berpotensi mengalahkan aksi TTI di pertarungan musim ini.  Seluruhnya adalah masih pemain muka lama, antara lain James Sanger, Bernard Yuwono, Valentino Ratulangi, Adrian Septianto dan Herdiko.  5 Peslalom ini akan tampil dalam brand team yang berbeda, bahkan 3 yang disebut pertama adalah yang tetap punya potensi paling kuat untuk menahan laju TTI.  Tetapi nama James Sanger dan Adrian Septianto adalah yang paling menonjol dari ke-5 nya.


Kabar angin bahwa TTI sedang berkutat menuntaskan setingan mobil kelas A-nya itulah yang membuat adanya prediksi pertarungan ini.  Kelas A tetap yang paling ditunggu dalam setiap kejurnas karena tidak menitikberatkan pada perang teknologi atau modifikasi seperti di kelas F atau FFA tetapi skill, pengalaman dan konsistensilah yang akan melahirkan pemenangnya di tiap putaran